Selamat Membaca & Semoga Bermanfaat.., *_*

Rabu, 18 Maret 2015

TEORI JEAN A. BALL



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
     Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu yang melahirkan. Peran dan posisi bidan dimasyarakat sangat mulia misalnya memberi semangat, membesarkan hati, mendampingi, serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Dalam lingkup dunia kebidanan dikenal berbagai teori-teori yang mendasari praktek para bidan-bidan tersebut. Diantara teori-teori tersebut adalah teori Reva Rubin, teori Ramona Mercer, teori Ernestine Weidenbach, teori Ela Joy Lerchman dan Morten, serta teori Jean A.Ball. Teori-teori tersebut diajarkan pada semua sekolah kebidanan di Indonesia agar para bidan memiliki pengetahuan dan mengaplikasikan teori-teori tersebut dalam membantu kliennya. Pemberian materi tentang teori-teori tersebut sangatlah penting dan perlu dipahami benar tentang teori-teori tersebut. Agar disaat bekerja nanti para bidan memiliki titik acuan dalam membantu semua kliennya dan dapat menyelesaikan semua kasus atau masalah yang dihadapi selama melakukan tugasnya sebagai seorang bidan. Seorang bidan dituntut untuk mampu membantu semua wanita dalam segala masalahnya. Mulai dari mempersiapkan metal dan fisik seorang wanita dalam menghadapi peran barunya sebagai seorang ibu dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul saat remaja dan bayi. Pendalaman tentang teori-teori ini akan sangat berguna bagi bidan itu sendiri dan untuk wanita-wanita yang menjadi partner kerjanya itu. Teori teori tersebut akan dibuktikan kebenarannya oleh bidan itu sendiri ketika dia melakukan tugasnya di masyarakat. Dan dalam makalah ini akan lebih dibahas mengenai teori jean ball.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan teori Jean Ball?
2.       Apa tujuan dari teori Jean Ball?
3.       Bagaimana hipotesa  menurut Jean Ball?
4.       Apa saja pembagian dari teori Jean Ball?
5.       Apa saja elemen yang termasuk dalam tori Jean Ball?
6.       Apa saja konsep pada teori Jean Ball?





1.3     Tujuan dan Manfaat
1.       Tujuan umum
    Untuk menambah pengetahuan tentang adanya teori Jean A.Ball dalam dunia
      Kebidanan.
2.       Manfaat Penulisan
Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai teori Jean Ball (teori kursi goyang).









































BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Teori Jean A.Ball
       Teori Jean A.Ball adalah dasar pemikiran menurut penelitian yang bernama Jean Ball, yang konsekuensinya telah diuji dalam beberapa riset 9 penelitian) dan menunjukan hasil yang nyata. Teori ini mengemukakan tentang keseimbangan emosional itu, yang diibaratkan pada kursi “ goyang “. Teori ini sering disebut teori kursi goyang karena tingkat emosional seorang ibu harus berada pada titik seimbang ( stabil ) sehingga mirip dengan kursi goyang dimana beban harus seimbang pada titik tumpu, Karena jika tidak kursi akan condong kearah yang memiliki beban yang berat, begitu juga dengan pengendalian emosional seseorang, jika seseorang ( wanita ) mampu mengendalikan tingkat emosionalnya berarti orang tersebut memiliki tingkat emosinal yang rendah dan terkendali atau sebaliknya. Semua itu dapat kita lihat dalam berbagai keunikan tindakan yang diambil ibu dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

2.2    Tujuan Teori Jean A.Ball
       Tujuan asuhan maternis agar seorang wanita mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu, baik fisik maupun psikologis. Psikologis dalam hal ini tidak hanya pengaruh emosional tetapi juga proses emosional agar tujuan akhir memenuhi kebutuhan untuk menjadi orang tua terpenuhi. Kehamilan, persalinan dan masa post partum adalah masa mengadopsi peran baru, sehingga bagi wanita yang baru menjadi ibu sangat membutuhkan arahan-arahan dan bimbingan dari bidan tentang tindakan-tindakan yang harus diambil maupun tindakan-tindakan yang harus dihindari demi keselamatan dan kesehatan ibu dan anak. Dalam hal ini dukungan dari suami dan keluarga sangat diperlukan demi psikologis ( kejiwaan ) seorang ibu.

2.3  Hipotesa Jean Ball
Menurut Jean Ball respon emosional wanita terhadap perubahan yang terjadi bersamaan dengan kelahiran anak yang mempengaruhi personality seseorang dan dukungan yang berarti, mereka mendapatkan sistem keluarga dan sosial. Ibu sebagai penerus keturunan sekaligus pendidik utama dalam keluarga sangat mempengaruhi perkembangan anak. Seorang anak yang dibesarkan dalam asuhan keluarga yang baik, ketika ia berinteraksi di lingkungan masyarakat maka ia akan terbiasa dengan perilaku yang baik pula.
Persiapan yang sudah di antisipasi oleh bidan dalam masa post natal atau sesudah melahirkan anak akan mempengaruhi respon emosional wanita dalam perubahan yang dialaminya pada proses kelahiran anak. Oleh karena itu asuhan kebidanan harus diberikan kepada seluruh individu kelompok dan masyarakat secara professional baik pelayanan tersebut secara mandiri, kolaborasi (kerjasama melebihi dari beberapa orang) maupun merujuk kesistem yang lebih tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa wanita yang boleh dikatakan sejahtera setelah melahirkan sangat tergantung pada personality (kepribadiannya), sistem dukungan pribadi dan dukungan yang dipersiapkan pelayanan maternis.
Faktor yang mempengaruhi keseimbangan emosional menurut Jean Ball: 
Faktor masukan :
a)      Perasaan rendah diri sehubungan dengan pandangan negatife akibat menyusui
b)      Seseorang tidur selama di rumah sakit
c)      Nasehat jika terjadi konflik
Faktor yang mempengaruhi kebahagiaan ibu menurut Jean Ball :
a)      Persepsi dan dukungan keluarga pada hari kelahiran
b)      Rasa percaya diri ibu
c)      Skala kecemasan
d)     Mendukung pemberian ASI
e)      Semua lingkungan mendukung
f)       Rencana asuhan ibu
g)      Pemantauan ibu pada tingkat perkembangan bayi
h)      Tanggapan terhadap diri ibu pada hari ke-7 PP dalam menyusui
i)        Member ASI dalam 1 jam PP
j)        Kala IV persalinan

2.4    Pembagian Teori Jean A.Ball
Teori Jean Ball mencakup 3 kategori :
1. Teori Perubahan
    Perubahan mental ibu selama dan sesudah menjadi ibu akan jelas terlihat dalam kehidupan baik itu secara fisik maupun psikologis si ibu. Secara fisik dapat kita lihat pada perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan anak. Sedangkan secara psikologisnmisalnya dalam pematangan metal ( pendewasaan sikap ) setelah melahirkan ( post partum ) ibu tidak hanya berfikir untuk anak dan keluarganya.
2.  Teori stress, coping, dan support
     Tingkat emosional sangat mempengaruhi mental ibu, oleh karena itu dukungan atau support dan motifasi dari keluarga terhadap perubahan-perubahan yang timbul terutama perubahan yang bersifat positif, support dari orang-orang terdekat si ibu sangat diperlukan menghindari stress, depresi, post partum dam dampak-dampak negatife lainnya.
3. Teori Dasar
     Konsep dasar untuk menjadi seorang ibu meliputi berbagai aspek di antaranya:
• Butuh persiapan jasmani dan rohani
• Dukungan dari pihak keluarga.

2.5 Elemen Pembentukan Teori Kursi Goyang
      Teori kursi goyang dibentuk dalam 3 (tiga) elemen yaitu :
1. Pelayanan Maternitas
Bidan berkewajiban memberikan pelatanan kesehatan kepada remaja putrid, ibu masa hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, balita dan wanita monopouse. Dalam memberikan asuhan kebidanan bidan harus mempertanggung jawabkan semua tindakan klinis yang diambil dan harus melaksanakan tanggung jawab tersebut yang meliputi tugas bidan sebagai pelaksana, pengelola, pendidik, peneliti dan lain-lain.
2. Pandangan Masyarakat Terhadap Keluarga
Pandangan masyarakat terhadap suatu keluarga sangat mempengaruhi perkembangan dan tingkat harga diri anggota keluarga tersebut. Jika pandangan masyarakat baik terhadap keluarga maka secara otomatis penerus keluarga juga akan mendapatkan nama baik dalam pandangan masyarakat, selama si anak tidak melanggar norma-norma yang terdapat dalam masyarakat.
3. Sisi Penyanggah / Support Terhadap Kepribadian Wanita
Dukungan terhadap perubahan kepribadian / kebiasaan hidup wanita sangat diperlukan, agar wanita tersebut tidak merasa down terhadap tingkat perubahan diri yang tidak disadarinya. Kesejahteraan keibuan seseorang wanita sangat bergantung terhadap efektifitas ke 3 elemen tersebut. Jika kursi goyang tidak bisa ditegakkan, maka tidak nyaman untuk diduduki.

2.6  Konsep Toeri Jean A.Ball
ü  Woman / wanita
Ball memusatkan perhatiannya terhadap perkembangan emosional, social, psikologis wanita dalam proses melahirkan.
ü  Healty / kesehatan
Merupakan pusat perhatian dari model Ball. Tujuan dari post natal care agar wanita-wanita mampu menjadi seorang ibu.
ü   Environment / lingkungan
Lingkungan sosial dan organisasional dalam bentuk sistem pendukung dan layanan asuhan pascanatal (dan masyarakat yang lebih luas) merupakan elemen penting dalam model ini, dukungan dari pandangan krusial bagi kesejahteraan ibu.
ü  Midwifery / kebidanan
Riset mengenai asuhan pascanatal didorong oleh adanya perhatian terhadap kurangnya informasi mengenai efek asuhaan kebidanan pada kesejahteraan emosional. Model ini memberikan pedoman pada banyak area intervensi oleh bidan yang dibahas Ball meliputi pola asuhan dukungan dalam membuat keputusan tentang metode memberi makan, membantu memberi makan, dan perencanaan asuhan individual.
ü  Self / peran
Teori ini secara jelas dimulai dari pandangan bahwa peran bidan adalah untuk mendukung dan membantu ibu agar yakin dalam menjalankan peran sebagi ibu. Ball (1987) berpendapat bahwa layanan dan pola asuhan harus berubah dalam berespon terhadap kebutuhan ibu, biarpun mungkin menyakitkan bagi professional kesehatan. Jadi, pendirian-pendirian ini berdasarkan pada asuhan, contohnya mendengarkan, pembelajaran , dan perubahan. Semua individu pasti ingin mendapatkan kebahagiaan baik di batinnya maupun di lingkungan. Kebahagiaan seorang ibu melahirkan dapat tercapai dengan:
• Persepsi dukungan keluarga pada saat postpartum maupun setelah postpartum.
Sebagian dari ibu merasa rendah diri sehubungan pandangan negatif akibat menyusui sehingga memerlukan dukungan kelurga terutama suami. Keluarga juga harus membantu si ibu untuk merawat bayinya/pada saat terjadi konflik antara suami dan istri.
• Keadaan tujuh hari pertama masa postnatal.
• Tingkat perkembangan bayi.
• Ibu memerlukan rasa percaya diri.
• Kepuasaan menjadi seorang ibu, dikarenakan dia memberikan ASI kepada bayi 1   

jam setelah bayi tersebut lahir dan si ibu merasa bahagia karena bayinya lahir dengan selamat.
• Keadaan-keadaan yang dialami ibu baik dari tempat tinggalnya, status pernikahan  
  dan pekerjaannya.
• Rencana asuhan ibu.
• Fleksibilitas lingkungan yang mendukung.
Hubungan dengan suami dan keluarga atas dasar kepercayaan, asuhan terkoordinasi,            wanita memiliki keunikan sehingga memungkinkan untuk berinteraksi secara  fleksibel.
• Mendukung pemberian ASI
• Tingkat kecemasan, yaitu pemilihan dan kelas sosial mimicry



















BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
1.      Kesejahteraan wanita setelah melahirkan sangat tergantung pada personality atau kepribadian, sistem dukungan pribadi dan dukungan dari pelayanan maternitas.
2.       Persiapan yang dilakukan bidan pada masa puerpurium akan mempengaruhi respon emosional wanita terhadap perubahan akibat proses kelahiran tubuh.
3.      Dalam teori Jean Ball mengemukakan tentang keseimbangan emosional ibu yang diibaratkan kursi goyang. Dimana teori tersebut dibentuk dalam tiga elemen, yaitu : pelayanan maternitas, pandangan masyarakat terhadap keluarga, dan sisi penyangga kepribadian wanita.
4.      Kesejahteraan keibuan seorang wanita sangat bergantung pada efektivitas ketiga elemen tersebut, jika kursi goyang tidak bisa ditegakkan, kursi tidak dapat diduduki.

3.2  Saran

Bagi pembaca khususnya bagi mahasiswi jurusan kebidanan yang baru mengenal teori ini agar dapat memahami isi dari teori ini karena dapat berguna kedepannya bagi kita sebagai bidan kedepannya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar