Kompetensi dan Praktik
Professional Bidan
Contohnya: Ibu yang sedang hamil terkadang menolak makanan yang justru menunjang masa kehamilan , contoh : Daun Bawang , Biji Wijen , dan Ikan
Daun Bawang
Seperti pada umumnya bahwa daun bawang seringkali hanya dijadikan sebagai hiasan makanan dan cenderung diabaikan. Padahal sebenarnya daun bawang sendiri merupakan sumber folat, zat besi, serat, vitamin C, vitamin B6, kalsium dan magnesium. Dan Asam folat merupakan nutrisi yang paling penting pada trimester pertama kehamilan. Karena jika kekurangan folat, maka bayi akan memiliki peningkatan risiko cacat struktural yang bisa berakibat fatal. Selain itu dalam daun bawang juga terdapat magnesium yang mana dapat membantu meringankan sembelit dan gejala lain yang umum terjadi selama kehamilan.
Biji Wijen
mengkonsumsi biji wijen selama kehamilan sangat bermanfaat ,karena mengandung asam lemak omega-6 yang dibutuhkan untuk integritas sel yang tepat, fungsi sistem saraf yang sehat dan kekebalan tubuh. Selain itu juga sangat baik untuk perkembangan kelenjar susu, plasenta dan rahim juga tergantung pada tingkat kecukupan lemak sehat dalam tubuh Anda.
Ikan herring
Ikan herring sendiri mengandung 2 gram asam eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). Dengan kandungan ini maka merupakan salah satu konsentrasi tertinggi dari kandungan minyak ikan pada makanan laut lainnya. Selain itu janis ikan ini aman dari tingkat kontaminan yang berbahaya bagi ibu hamil. Bahkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa wanita yang mengandung minyak ikan dalam tingkat yang tinggi dalam darah memiliki bayi dengan pola tidur yang lebih baik dalam 48 jam pertama setelah melahirkan, dengan ini maka mencerminkan kematangan sistem saraf.
Dari penjelasan tersebut maka bidan perlu melakukan pendekatan dan konseling kepada ibu hamil dan menjelaskan tentang pentingnya mengkonsumsi seperti daun bawang ,biji wijen , dan ikan sehingga kebutahan ibu dan bayi yang dikandungnya tercukupi.
Kompetensi2 :Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya, dan pelayanan menyeluruh di masyarakat dalam rangka meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan, dan kesiapan menjadi orang tua.
Contohnya: perencanaan kehamilan pasang suami istri yang baru menikah atau pun yang sudah lama menikah. Maka bidan harus mampu memberikan konseling dan melakukan evaluasi kehamilan sehat pada pasangan suami istri agar pasangan tersebut memiliki kesiapan menjadi orang tua. serta bagi pasangan suami istri yang ingin menggunakan alat kontrasepsi maka seorang bidan harus mampu menjelaskan manfaat dan efek samping dari alat kontrasepsi yang akan digunakan nanti dan melakukan pemeriksaan berkala pada akseptor KB dan melakukan intervensi sesuai dengan kebutuhan. Artinya bidan harus kompeten dan mau memberikan pemeriksaan secara rutin kepada pasien dengan akseptor IUD dan AKDR.
Kompetensi 3: Bidan memberikan asuhan antenatal yang bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi: deteksidini, pengobatan, atau rujukan untuk komplikasi tertentu.
Contohnya: Bidan memberikan konseling mengenai proses kehamilan serta menjelaskan perubahan fisik pada tiap-tiap trimester dan menjelaskan pola makan dan nutrisi yang baik buat ibu selama masa hamil. Dan juga menyarakan ibu untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala.
Kompetensi 4: Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegawat daruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
Contohnya: Dalam persiapan persalinan, bidan membantu membuat rencana persalinan dan memberikan informasi tentang tanda-tanda persalinan dan bahaya selama persalinan. Selain itu bidan juga harus bisa memberikan dukungan psikologis bagi ibu dan keluarga , juga pengambilan keputusan saat terjadi sesuatu (kegawat daruratan) yang tidak diinginkan, dan pendonoran darah apabila ibu mengalami pendarahan yang membutuhkan donor darah.
Kompetensi 5 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi pada ibu nifas dan menyusui dan tanggap terhadap budaya setempat.
Contohnya: Bidan perlu melakukan pendekatan secara personal terhadap ibu nifas. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi mengenai apa yang akan dialami ibu selama masa nifas.
Misalnya dalam masa nifas setelah kelahiran, bayi bisa langsung disusui jika ibu sudah siap. Pada hari pertama akan keluar kolustrum, yaitu cairan kuning yang lebih kental daripada air susu. Jangan ragu untuk memberikan kolustrum pada bayi anda, walaupun warnanya kuning (tidak seperti susu biasa) tapi kolustrum sangat baik untuk bayi karena mengandung protein albumin, globulin, dan benda-benda kolustrum.
· Kompetensi 6 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada bayi baru lahir (BBL) sehat sampai dengan usia satu bulan.
Contohnya: Pemberian asuhan kepada BBL adalah dengan pemeriksaan fisik dan skrining yang dapat dilakukan dalam 24 jam dan dilakukan setelah bayi berada diruang perawatan misalnya : aktivitas fisik , kulit , kepala , dll . tujuan pemeriksaan nya adalah untuk mendeteksi kelainan yang mungkin terabaikan pada pemeriksaan di kamar bersalin atau pasca persalinan.
· Kompetensi 7 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi dan balita sehat sampai usia 2 bulan- 5 tahun.
Contohnya: Penanganan terhadap bayi dan balita sakit. Bidan memiliki kompetensi dalam penanganan masalah bayi dan balita menggunakan metode manejemen terpadu balita sakit (MTBS). Bidan dapat menggunakan metode ini karena metode ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan yang sering balita alami yaitu dengan cara upaya pencegahan penyakit atau imunisasi dan lain-lain .
· Kompetensi 8 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada keluarga, kelompok, serta masyarakat sesuai dengan budaya setempat.
Contohnya: Bidan menggali permasalahan yang terkait dengan tanggung jawab bidan dalam komunitas. Memberikan pembinaan kepada masyarakat terutama ibu dan anak nya tentang pemeliharaan kesehatan dengan cara perilaku hidup bersih dan sehat serta peningkatan nutrisi yang sehat seimbang bagi keluarga.
· Kompetensi 9: Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita atau ibu dengan gangguan reproduksi.
Contohnya: Apabila ada pasien dengan gangguan reproduksi seperti Gangguan menstruasi yaitu Amenore sekunder yang artinya tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi. Dan juga Masalah yang paling umum adalah berkisar dari dysmenorrhea ( masalah menstruasi menyakitkan ), menorrhagia ( menstruasi yang banyak ), hingga oligomenorrhea ( tidak menstruasi dan/atau menstruasi tidak teratur). Maka bidan dapat memberikan pengobatan dengan cara pemberian pil hormon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar