BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Kesehatan merupakan salah satu aspek yang sangat
penting dalam kehidupan manusia. Dengan kondisi tubuh yang sehat, seorang
manusia dapat melakukan aktifitasnya dengan baik.
Ada
banyak pakar kesehatan yang mengemukakan pendapat mereka mengenai kesehatan
salah satunya adalah HENDRICK L. BLOOM. Dalam teorinya ada empat (4) faktor
yang mempengaruhi status kesehatan seseorang antara lain ; lingkungan, prilaku,
keturunan dan pelayanan kesehatan. Dalam makalah ini kami akan memaparkan
secara terperinci mengenai hubungan dari keempat faktor tersebut dengan status
sosial seseorang.
1.2 TUJUAN
Agar para
pembaca dapat mengetahui secara jelas mengenai teori HENDRICK L. BLOOM dan
sebisa mungkin menerapkan hal-hal yang perlu diterapkan dalam masyarakat untuk
meningkatkan status kesehatan seseorang terutama klien termasuk pasien.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1Konsep Sehat
Kesehatan adalah merupakan
suatu pandangan akan kondisi yang fleksibel antara kesehatan badan jasmani
dengan kesehatan mental rohani yang dibedakan dalam sebuah rentang yang selalu
berfluktuasi atau berayun mendekati dan menjauhi puncak kebahagiaan hidup dari
keadaan sehat yang sempurna. Sehat tidak dapat diartikan sesuatu yang statis,
menetap pada kondisi tertentu, tetapi sehat harus dipandang sesuatu fenomena
yang dinamis.
Pengertian konsep sehat menurut WHO adalah merupakan suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.Sehingga makna kesehatan secara umum adalah merupakan keadaan sehat baik dalam hal fisik mental serta sosial.Maka bila saja ada kekurangan dalam satu hal saja, misal ada gangguan mental, maka seseorang tidak dapat dikatakan sebagai manusia individu yang sehat. Untuk itulah penting juga akan arti sehat mental psikologis bagi kita semuanya.
Dewasa ini seseorang dikatakan sehat banyak diartikan dalam kadar dan taraf tingkatan yang normal atau lazim yang terjadi pada individu yang artinya bahwa individu seseorang tidak merasakan keluhan atau pun gejala penyakit atau kurang sehat. Adapun sebaliknya keadaan sakit pada umumnya diartikan suatu keadaan yang tidak normal atau lazim pada diri seseorang.Contohnya saja bila seseorang mempunyai keluhan pusing yang tidak tertahankan, panas, dan lain sebagainya.
Pengertian konsep sehat menurut WHO adalah merupakan suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.Sehingga makna kesehatan secara umum adalah merupakan keadaan sehat baik dalam hal fisik mental serta sosial.Maka bila saja ada kekurangan dalam satu hal saja, misal ada gangguan mental, maka seseorang tidak dapat dikatakan sebagai manusia individu yang sehat. Untuk itulah penting juga akan arti sehat mental psikologis bagi kita semuanya.
Dewasa ini seseorang dikatakan sehat banyak diartikan dalam kadar dan taraf tingkatan yang normal atau lazim yang terjadi pada individu yang artinya bahwa individu seseorang tidak merasakan keluhan atau pun gejala penyakit atau kurang sehat. Adapun sebaliknya keadaan sakit pada umumnya diartikan suatu keadaan yang tidak normal atau lazim pada diri seseorang.Contohnya saja bila seseorang mempunyai keluhan pusing yang tidak tertahankan, panas, dan lain sebagainya.
2.2Pengertian Sehat
Sakit
1.Pengertian sakit
Definisi
sakit adalah merupakan suatu keadaan dari badan atau sebagian dari organ badan
dimana fungsinya terganggu atau menyimpang.Sakit adalah merupakan ketidak
seimbangan dari kondisi normal tubuh manusia diantaranya sistem biologik dan
kondisi penyesuaian.
Pengertian
sakit yang
merupakan bagian dari konsep rentang sehat sakit menurut para ahli ini yaitu :
·
Pengertian
konsep sakit menurut Perkins bahwa
sakit adalah sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa
seseorang sehingga seseorang menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari baik
itu dalam aktivitas jasmani, rohani dan sosial.
·
Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu
sebagai totalitas termasuk keadaan organisme sebagai sistem biologis dan
penyesuaian sosialny. (Pemons, 1972)
·
Sakit
sebagai suatu keadaan dari badan atau sebagian dari organ badan dimana
fungsinya terganggu atau menyimpang. (Oxford
English Dictionary)
2.
Pengertian Sehat
Sehat
tidak dapat diartikan sesuatu yang
statis, menetap pada kondisi tertentu, tetapi sehat harus dipandang sesuatu
fenomena yang dinamis. Kesehatan sebagai suatu spektrum merupakan suatu kondisi
yang fleksibel antara badan dan mental yang dibedakan dalam rentang yang selalu
berfluktuasi atau berayun mendekati dan menjauhi puncak kebahagiaan hidup dari
keadaan sehat yang sempurna.
Beberapa pengertian
sehat diantaranya yaitu :
·
Sehat
adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya
bebas dari penyakit atau kelemahan.(WHO,
1947)
·
Sehat
/ kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani)
dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
ekonomis.(UU N0. 23/1992 tentang
kesehatan)
·
Sehat
adalah perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan
dengan orang lain (aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan
diri yang kompeten sedangkan penyesuaian diperlukan untuk mempertahankan
stabilitas dan integritas struktural. (
Pender, 1982 )
·
Sehat
adalah fungsi efektif
dari sumber-sumber perawatan diri (self care Resouces) yang menjamin tindakan
untuk perawatan diri ( self care actions) secara adekuat. Self care Resouces :
mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap. Self care Actions merupakan
perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahankan
dan meningkatkan fungsi psikososial dan spiritual. (Paune, 1983)
Bila kita menilik dan juga menyimpulkan
dari beberapa pengertian sehat di atas maka bahwa kesehatan itu terdiri dari 3
dimensi yaitu fisik, psikis dan sosial yang dapat diartikan secara lebih
positif, dengan kata lain bahwa seseorang diberi kesempatan untuk mengembangkan
seluas-luasnya kemampuan yang dibawanya sejak lahir untuk mendapatkan atau
mengartikan sehat.
2.3 TEORIH.L Blum
Konsep hidup sehat H.L.Blum sampai
saat ini masih relevan untuk diterapkan. Kondisi sehat secara holistik bukan
saja kondisi sehat secara fisik melainkan juga spiritual dan sosial dalam
bermasyarakat. Untuk menciptakan kondisi sehat seperti ini diperlukan suatu
keharmonisan dalam menjaga kesehatan tubuh. H.L Blum menjelaskan ada empat
faktor utama yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Keempat faktor
tersebut merupakan faktor determinan timbulnya masalah kesehatan.
Keempat
faktor tersebut terdiri dari faktor perilaku/gaya hidup (life style), faktor
lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya), faktor pelayanan kesehatan
(jenis cakupan dan kualitasnya) dan faktor genetik (keturunan). Keempat faktor
tersebut saling berinteraksi yang mempengaruhi kesehatan perorangan dan derajat
kesehatan masyarakat. Diantara faktor tersebut faktor perilaku manusia
merupakan faktor determinan yang paling besar dan paling sukar ditanggulangi,
disusul dengan faktor lingkungan. Hal ini disebabkan karena faktor perilaku
yang lebih dominan dibandingkan dengan faktor lingkungan karena lingkungan
hidup manusia juga sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat.
Kaitan teori H.L Blum dengan status kesehatan seseorang dapat dilihat dari
keempat factor tersebut yang pertama adalah lingkungan : orang yang bermukim di
tempat yang bisa dikatakan kumuh tentu akan berbeda status kesehatannya dengan
yang tinggal dikompleks elit dan asri . hal ini dikarenakan kebersihan udara
dan daerah sekitar tempat tinggal memiliki keadaan yang sangat berbeda .
anak-anak yang tinggal dikompleks elit atau bersih maka akan lebih terjaga
kesehatannya di bandingakan anak-anak yang tinggal didaerah kumuh. Kemudian
yang kedua adalah perilaku :perilaku yang sehat akan menunjang
meningkatnya derajat kesehatan di masyarakat. Hal ini juga berpengaruh terhadap
status kesehatan seseorang karena berkaitan dengan gaya hidup & kebiasaan
pola makanseseorang .pola makan yang sehat dapat menghindarkan diri kita dari
banyak penyakit, diantaranya penyakit jantung, darah tinggi, stroke, kegemukan,
diabetes mellitus dan lain-lain. Perilaku atau kebiasaan mencuci tangan sebelum
makan juga dapat menghindarkan kita dari penyakit saluran cerna. Yang
ketiga adalah pelayanan kesehatan : Masyarakat yang belum atau tidak pernah
mendapat arahan tentang kesehatan ataupun pengobatan yang tepat akan berbeda
status kesehatannya dengan mereka yang sudah mendapatkan arahan , pengobatan ,
dan sosialisasi kesehatan. Hal ini dikarenakan kesadaran mereka yang akan
semakin meningkat tentang pentingnya kesehatan. Dalam hal ini dibutuhkan peran
aktif dari tenaga medis untuk memberikan sosialisasi dan pelayanan kesehatan
yang baik bagi masyarakat agar status kesehatan masyarakat dapat meningkat.
Yang kempat adalah keturunan :Keturunan (genetik) merupakan faktor yang telah
ada dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir, hal ini juga dapat dikait kan
dengan status kesehatan seseorang , misalnya dari golongan penyakit keturunan
seperti diabetes melitus dan asma bronehial.
Hendrik
L Blum juga menyebutkan 12 indikator yang berhubungan dengan derajat kesehatan,
yaitu:
1.
Life spam: yaitu lamanya usia harapan untuk hidup dari
masyarakat, atau dapat juga dipandang sebagai derajat kematian masyarakat yang
bukan karena mati tua.
2.
Disease or infirmity: yaitu keadaan sakit atau cacat secara
fisiologis dan anatomis dari masyarakat.
3.
Discomfort or ilness: yaitu keluhan sakit dari masyarakat
tentang keadaan somatik, kejiwaan maupun sosial dari dirinya.
4.
Disability or incapacity: yaitu ketidakmampuan seseorang
dalam masyarakat untuk melakukan pekerjaan dan menjalankan peranan sosialnya
karena sakit.
5.
Participation in health care: yaitu kemampuan dan kemauan
masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga dirinya untuk selalu dalam
keadaan sehat.
6.
Health behaviour: yaitu perilaku manusia yang nyata dari
anggota masyarakat secara langsung berkaitan dengan masalah kesehatan.
7.
Ecologic behaviour: yaitu perilaku masyarakat terhadap
lingkungan, spesies lain, sumber daya alam, dan ekosistem.
8.
Social behaviour: yaitu perilaku anggota masyarakat terhadap
sesamanya, keluarga, komunitas dan bangsanya.
Di zaman yang semakin maju seperti
sekarang ini maka cara pandang kita terhadap kesehatan juga mengalami
perubahan. Apabila dahulu kita mempergunakan paradigma sakit yakni kesehatan
hanya dipandang sebagai upaya menyembuhkan orang yang sakit dimana terjalin
hubungan dokter dengan pasien (dokter dan pasien). Namun sekarang konsep yang
dipakai adalah paradigma sehat, dimana upaya kesehatan dipandang sebagai suatu
tindakan untuk menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan individu ataupun
masyarakat. Dengan
demikian konsep paradigma sehat H.L. Blum memandang pola hidup sehat seseorang
secara holistik dan komprehensif. Masyarakat yang sehat tidak dilihat dari
sudut pandang tindakan penyembuhan penyakit melainkan upaya yang
berkesinambungan dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Peranan Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam hal ini memegang kendali dominan
dibandingkan peranan dokter. Sebab hubungan dokter dengan pasien hanya sebatas
individu dengan individu tidak secara langsung menyentuh masyarakat luas. Untuk
negara berkembang seperti Indonesia justru, paradigma sakit yang digunakan.
Dimana kebijakan pemerintah berorientasi pada penyembuhan pasien sehingga
terlihat jelas peranan dokter, perawat dan bidan sebagai tenaga medis dan
paramedis mendominasi. Padahal upaya semacam itu sudah lama ditinggalkan karena
secara financial justru merugikan Negara. Anggaran APBN untuk pendanaan
kesehatan diIndonesiasemakin tinggi dan sebagian besar digunakan untuk upaya
pengobatan seperti pembelian obat, sarana kesehatan dan pembangunan gedung.
Seharusnya untuk meningkatan derajat kesehatan kita harus menaruh perhatian
besar pada akar masalahnya dan selanjutnya melakukan upaya pencegahannya. Untuk
itulah maka upaya kesehatan harus fokus pada upaya preventif (pencegahan)
bukannya curative (pengobatan).
Namun yang terjadi anggaran untuk
meningkatkan derajat kesehatan melalui program promosi dan preventif dikurangi
secara signifikan. Akibat yang ditimbulkan adalah banyaknya masyarakat yang
kekurangan gizi, biaya obat untuk puskesmas meningkat, pencemaran lingkungan
tidak terkendali dan korupsi penggunaan askeskin. Dampak sampingan yang terjadi
tersebut dapat timbul karena kebijakan kita yang keliru.
2.4 KONSEP BLUM
Semua Negara di dunia menggunakan
konsep Blum dalam menjaga kesehatan warga negaranya. Untuk Negara maju saat ini
sudah fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sehingga asupan
makanan anak-anak mereka begitu dijaga dari segi gizi sehingga akan melahirkan
keturunan yang berbobot. Kondisi yang berseberangan dialamiIndonesiasebagai
Negara agraris, segala regulasi pemerintah tentang kesehatan malah fokus pada
penanggulangan kekurangan gizi masyarakatnya. Bahkan dilematisnya banyak
masyarakatkotayang mengalami kekurangan gizi. Padahal dari hasil penelitian
membuktikan wilayahIndonesiapotensial sebagai lahan pangan dan perternakan
karena wilayahnya yang luas dengan topografi yang mendukung.Adaapa dengan
pemerintah?. Satu jawaban yang pasti seringkali dalam analisis kesehatan
pemerintah kurang mempertimbangkan pendapat ahli kesehatan masyarakat (public
health) sehingga kebijakan yang dibuat cuma dari sudut pandang kejadian
sehat-sakit.
Dalam konsep Blum ada 4 faktor determinan yang dikaji,
masing-masing faktor saling keterkaitan berikut penjelasannya :
1.
Lingkungan
Berbicara mengenai lingkungan sering
kali kita meninjau dari kondisi fisik. Lingkungan yang memiliki kondisi
sanitasi buruk dapat menjadi sumber berkembangnya penyakit. Hal ini jelas
membahayakan kesehatan masyarakat kita. Terjadinya penumpukan sampah yang tidak
dapat dikelola dengan baik, polusi udara, air dan tanah juga dapat menjadi
penyebab. Upaya menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk
itulah perlu kesadaran semua pihak.
Puskesmas sendiri memiliki program
kesehatan lingkungan dimana berperan besar dalam mengukur, mengawasi, dan
menjaga kesehatan lingkungan masyarakat. namun dilematisnya di puskesmas jumlah
tenaga kesehatan lingkungan sangat terbatas padahal banyak penyakit yang
berasal dari lingkungan kita seperti diare, demam berdarah, malaria, TBC, cacar
dan sebagainya.
Disamping lingkungan fisik juga ada
lingkungan sosial yang berperan. Sebagai mahluk sosial kita membutuhkan bantuan
orang lain, sehingga interaksi individu satu dengan yang lainnya harus terjalin
dengan baik. Kondisi lingkungan sosial yang buruk dapat menimbulkan masalah
kejiwaan.
2. Perilaku masyarakat
Perilaku masyarakat dalam menjaga
kesehatan sangat memegang peranan penting untuk mewujudkan Indonesia Sehat. Hal
ini dikarenakan budaya hidup bersih dan sehat harus dapat dimunculkan dari
dalam diri masyarakat untuk menjaga kesehatannya. Diperlukan suatu program
untuk menggerakan masyarakat menuju satu misi Indonesia Sehat. Sebagai tenaga
motorik tersebut adalah orang yang memiliki kompetensi dalam menggerakan
masyarakat dan paham akan nilai kesehatan masyarakat. Masyarakat yang
berperilaku hidup bersih dan sehat akan menghasilkan budaya menjaga lingkungan
yang bersih dan sehat.
Pembuatan peraturan tentang
berperilaku sehat juga harus dibarengi dengan pembinaan untuk menumbuhkan
kesadaran pada masyarakat. Sebab, apabila upaya dengan menjatuhkan sanksi hanya
bersifat jangka pendek. Pembinaan dapat dimulai dari lingkungan keluarga,
sekolah, dan masyarakat. Tokoh-tokoh masyarakat sebagai role model harus diajak
turut serta dalam menyukseskan program-program kesehatan.
3.
Pelayanan kesehatan
Kondisi pelayanan kesehatan juga
menunjang derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang berkualitas
sangatlah dibutuhkan. Masyarakat membutuhkan posyandu, puskesmas, rumah sakit
dan pelayanan kesehatan lainnya untuk membantu dalam mendapatkan pengobatan dan
perawatan kesehatan. Terutama untuk pelayanan kesehatan dasar yang memang
banyak dibutuhkan masyarakat. Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di
bidang kesehatan juga mesti ditingkatkan.
Puskesmas sebagai garda terdepan
dalam pelayanan kesehatan masyarakat sangat besar perananya. sebab di
puskesmaslah akan ditangani masyarakat yang membutuhkan edukasi dan perawatan
primer. Peranan Sarjana Kesehatan Masyarakat sebagai manager yang memiliki
kompetensi di bidang manajemen kesehatan dibutuhkan dalam menyusun
program-program kesehatan. Utamanya program-program pencegahan penyakit yang
bersifat preventif sehingga masyarakat tidaka banyak yang jatuh sakit.
Banyak kejadian kematian yang
seharusnya dapat dicegah seperti diare, demam berdarah, malaria, dan penyakit
degeneratif yang berkembang saat ini seperti jantung karoner, stroke, diabetes
militus dan lainnya. penyakit itu dapat dengan mudah dicegah asalkan masyarakat
paham dan melakukan nasehat dalam menjaga kondisi lingkungan dan kesehatannya.
4.
Genetik / Keturunan
Seperti apa keturunan generasi muda
yang diinginkan ???. Pertanyaan itu menjadi kunci dalam mengetahui harapan yang
akan datang. Nasib suatu bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Oleh
sebab itu kita harus terus meningkatkan kualitas generasi muda kita agar mereka
mampu berkompetisi dan memiliki kreatifitas tinggi dalam membangun bangsanya.
Dalam hal ini kita harus
memperhatikan status gizi balita sebab pada masa inilah perkembangan otak anak
yang menjadi asset kita dimasa mendatang. Namun masih banyak saja
anakIndonesiayang status gizinya kurang bahkan buruk. Padahal potensi
alamIndonesiacukup mendukung. oleh sebab itulah program penanggulangan
kekurangan gizi dan peningkatan status gizi masyarakat masih tetap diperlukan.
Utamanya program Posyandu yang biasanya dilaksanakan di tingkat RT/RW. Dengan
berjalannya program ini maka akan terdeteksi secara dini status gizi masyarakat
dan cepat dapat tertangani.
Program pemberian makanan tambahan di posyandu masih
perlu terus dijalankan, terutamanya daeraha yang miskin dan tingkat pendidikan
masyarakatnya rendah. Pengukuran berat badan balita sesuai dengan kms harus
rutin dilakukan. Hal ini untuk mendeteksi secara dini status gizi balita. Bukan
saja pada gizi kurang kondisi obesitas juga perlu dihindari. Bagaimana kualitas
generasi mendatang sangat menentukan kualitas bangas Indonesia mendatang.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesehatan adalah merupakan suatu pandangan akan kondisi yang
fleksibel antara kesehatan badan jasmani dengan kesehatan mental rohani yang
dibedakan dalam sebuah rentang yang selalu berfluktuasi atau berayun mendekati
dan menjauhi puncak kebahagiaan hidup dari keadaan sehat yang sempurna. Sehat
tidak dapat diartikan sesuatu yang statis, menetap pada kondisi tertentu,
tetapi sehat harus dipandang sesuatu fenomena yang dinamis.
Definisi sakit adalah
merupakan suatu keadaan dari badan atau sebagian dari organ badan dimana
fungsinya terganggu atau menyimpang.Sakit adalah merupakan ketidak seimbangan
dari kondisi normal tubuh manusia diantaranya sistem biologik dan kondisi
penyesuaian.
Konsep hidup sehat H.L.Blum sampai
saat ini masih relevan untuk diterapkan. Kondisi sehat secara holistik bukan
saja kondisi sehat secara fisik melainkan juga spiritual dan sosial dalam
bermasyarakat. Untuk menciptakan kondisi sehat seperti ini diperlukan suatu
keharmonisan dalam menjaga kesehatan tubuh. H.L Blum menjelaskan ada empat
faktor utama yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
Keempat faktor tersebut terdiri dari
faktor perilaku/gaya hidup (life style), faktor lingkungan (sosial, ekonomi,
politik, budaya), faktor pelayanan kesehatan (jenis cakupan dan kualitasnya)
dan faktor genetik (keturunan). Keempat faktor tersebut saling berinteraksi
yang mempengaruhi kesehatan perorangan dan derajat kesehatan masyarakat.
B. Saran
Setiap individu harus mampu mengerti
konsep sehat sakit.Dengan demikian setiap individu dapat membedakan yang mana
yang namanya sehat dan mana yang namanya sakit serta mengkaitkan nya dengan
teori Hendrik Blum. Sehingga individu dapat menjaga kondisi jiwa dan fisik agar tetapsehat
sehingga dapat melakukan berbagai kegiatan ataupu aktifitas dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar