BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi informasi
telah berkembang dengan sangat pesat dan telah merambah ke berbagai bidang
kehidupan manusia termasuk juga pada bidang kesehatan. Kemajuan dalam bidang
kesehatan ini begitu pesatnya berkat kemajuan dalam bidang IT, sehingga begitu
banyak temuan-temuan yang didapatkan dengan bantuan teknologi informasi baik
dalam hal pengorganisasian suatu rumah sakit, pengobatan, maupun
penelitian-penelitian pengembangan dari ilmu kesehatan itu sendiri. Meskipun
rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padat modal-padat karya, tetapi
investasi dalam hal teknologi informasi hanya mendapatkan porsi yang kecil. Di
AS saja, negara yang sudah maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun
teknologi informasinya, rumah sakit rata-rata hanya menginvestasinya 2% dari
dananya untuk teknologi informasi.
Industri Kesehatan telah memiliki standar operasional yang baik, seperti aplikasi standar patient safety. Praktik manajemen modern, seperti ISO, telah diterapkan di industri kesehatan secara gradual. Harapan hidup pasien telah mencapai taraf yang lebih baik dibanding masa lalu, berkat profesionalitas praktisi kesehatan yang semakin baik.
Industri Kesehatan telah memiliki standar operasional yang baik, seperti aplikasi standar patient safety. Praktik manajemen modern, seperti ISO, telah diterapkan di industri kesehatan secara gradual. Harapan hidup pasien telah mencapai taraf yang lebih baik dibanding masa lalu, berkat profesionalitas praktisi kesehatan yang semakin baik.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
peran Bidan dalam penggunaan Teknologi Informasi?
2.
Apa
contoh kasus atau alat yang dapat digunakan dalam dunia Kebidanan?
3.
Apa
saja aplikasi Software dalam Dunia Medis?
4.
Sistem Informasi
Manejemen apa yang diterapkan
di Rumah Sakit?
1.3 Tujuan dan Manfaat
·
Tujuan umum
Untuk menambah pengetahuan mahasiswi bidan tentang Infomatika dan Teknologi yang digunakan
dalam dunia medis (Kebidanan)
·
Manfaat
Penulisan
Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat
memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada mahasiswi kebidanan
untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai Informatika dan Teknologi dalam
Kebidanan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PERANAN BIDAN DALAM
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Dalam perkembangan teknologi informasi yang
begitu pesat di berbagai bidang menuntut setiap personal / individu untuk
selalu update dan mau tidak mau untuk mengikutinya tak terkecuali Bidan.Bidan
yang merupakan ujung tombak tenaga kesehatan di desa dan berperan penting untuk
mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesehatan terutama ibu dan anak.Dengan
adanya edukasi kesehatan di masyarakat nantinya kan tercipta masyarakat yang
peduli akan kesehatan baik kesehatan pribadi maupun kesehatan lingkungan.
peranan
Bidan dalam penggunaan Teknologi informasi , Banyak sekali yang bisa di lakukan
Bidan dalam penggunaan Teknologi Informasi antara lain dalam menggunakan
website,aplikasi/software kebidanan,SMS Gateway , penggunaan alat usg, robot dan
banyak lainnya.Sebagai gambaran,bahwa perkembangan internet di pedesaan sudah
semakin maju dan ini memudahkan seorang Bidan dalam mengedukasi
masyarakat.Dalam mengedukasi massyarakat dapat menggunakan Website sebagai
media Informasi,ini semakin menambah
2.2 KASUS PENERAPAN
IT DALAM KEBIDANAN
1. USG
USG adalah suatu alat dalam dunia
kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki
frekuensi yang tinggi (250 kHz- 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan
dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan USG diawali dengan penemuan
gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekitar
tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang
kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang
kedokteran pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan
untuk mendiagnosis suatu penyakit.
Teknologi
transduser digital sekitar tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang
ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh
dengan lebih jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat
membantu teknologi ini. Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebangai
berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser. Kemudian gelombang
tersebut diproses sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan
gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari
transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Seperti inilah
hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
Pada
saat ini USG dalam kebidanan, bertujuan untuk membantu mendiagnosis
perkembangan janin pada setiap trimester.Pada kehamilan trimester
pertama tujuan USG adalah meyakinkan adanya kehamilan, menduga usia kehamilan
dengan mencocokkan ukuran bayi, menentukan kondisi bayi jika ada
kemungkinan kelainan bawaan, menentukan penyebab pendarahan atau bercak darah
dini pada kehamilan muda (misalnya kehamilan ekstipok), menentukan lokasi
janin apakah di dalam atau di luar rahim, menentukan kondisi janin
jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan janin, dan
mendiagnosis adanya janin kembar.
Sedangkan
di trimester kedua dan ketiga adalah untuk menilai jumlah air ketuban,
menetukan kondisi plasenta, menentukan ukuran janin, memeriksa kondisi janin
lewat pengamatan aktivitasnya, menentukan letak janin apakah sungsang atau
terlilit tali pusat, serta untuk melihat kemungkinan adanya tumor.
2. ROBOTIC SURGERY PERTAMA DI INDONESIA
Dengan
kemajuan teknologi sekarang ini banyak penyakit-penyakit yang sudah dapat
disembuhkan, begitu juga dengan penyakit yang memerlukan pembedahan. Pembedahan
terbuka sekarang sudah mulai dikurangi dengan ditemukannya alat Minimal Invasif
seperti Laparoskopi sehingga resiko operasi terbuka dapat dikurangi
seperti infeksi, kehilangan darah yang banyak, perawatan yang lama dll. Salah
satu pengembangan untuk minimal invasive yang jauh lebih maju dengan pembedahan
menggunakan robot adalah Robotic Surgery.
Robotic Surgery adalah bentuk dari pengembangan teknologi kedokteran yang menggunakan sistem robot untuk membantu prosedur pembedahan. Walaupun bersifat robotik yang dilengkapi komputer, sistem ini tidak dapat mengambil keputusan sendiri dalam pembedahan, jadi dokter ahli masih berperan dalam tindakan operasinya.
Ahli bedah menggunakan sistem komputer untuk mengontrol lengan robot dan ujung-efektor, dan dapat juga menggunakan telemanipulators untuk inputnya . Salah satu keuntungan dari menggunakan metode komputerisasi adalah bahwa dokter bedah tidak harus hadir di kamar operasi, ahli bedah bisa saja berada dimana saja diseluruhi dunia, dan ini memungkinan untuk melakukan operasi jarak jauh.
Dalam kasus operasi terbuka yang sekarang menggunakan instrumen dari baja, untuk meregangkan iga dapat lebih halus apabila dilakukan dengan robot, gerakan umpan balik yang terkendali dapat dilakukan dibandingkan dengan memakai tangan manusia.
Tujuan utama dari instrumen hebat tersebut adalah untuk mengurangi atau menghilangkan trauma jaringan yang biasanya didapatkan pada operasi terbuka.Keterampilan ini dapat didapat oleh ahli bedah dengan malakukan pelatihan hanya beberapa menit saja.
Robotic Surgery adalah bentuk dari pengembangan teknologi kedokteran yang menggunakan sistem robot untuk membantu prosedur pembedahan. Walaupun bersifat robotik yang dilengkapi komputer, sistem ini tidak dapat mengambil keputusan sendiri dalam pembedahan, jadi dokter ahli masih berperan dalam tindakan operasinya.
Ahli bedah menggunakan sistem komputer untuk mengontrol lengan robot dan ujung-efektor, dan dapat juga menggunakan telemanipulators untuk inputnya . Salah satu keuntungan dari menggunakan metode komputerisasi adalah bahwa dokter bedah tidak harus hadir di kamar operasi, ahli bedah bisa saja berada dimana saja diseluruhi dunia, dan ini memungkinan untuk melakukan operasi jarak jauh.
Dalam kasus operasi terbuka yang sekarang menggunakan instrumen dari baja, untuk meregangkan iga dapat lebih halus apabila dilakukan dengan robot, gerakan umpan balik yang terkendali dapat dilakukan dibandingkan dengan memakai tangan manusia.
Tujuan utama dari instrumen hebat tersebut adalah untuk mengurangi atau menghilangkan trauma jaringan yang biasanya didapatkan pada operasi terbuka.Keterampilan ini dapat didapat oleh ahli bedah dengan malakukan pelatihan hanya beberapa menit saja.
·
KEUNTUNGAN
ROBOTIC SURGERY
Karena harga dari mesin ini sangat mahal dan, tentunya harganya juga mahal. Di Asia Tenggara Singapore yang mempunyai mesin ini pertama kali. Untuk Indonesia RS. Bunda Jakarta adalah yang pertama.
Keuntungan utama dari robotic surgery adalah :
Karena harga dari mesin ini sangat mahal dan, tentunya harganya juga mahal. Di Asia Tenggara Singapore yang mempunyai mesin ini pertama kali. Untuk Indonesia RS. Bunda Jakarta adalah yang pertama.
Keuntungan utama dari robotic surgery adalah :
1. Beberapa keuntungan utama dari operasi robot adalah lebih presisi
2. Sayatan yang lebih kecil
3. Mengurangi kehilangan darah
4. Waktu penyembuhan lebih cepat, mempersingkat
lama rawat paska operasi
5. Angka kesakitan lebih rendah
6. kepuasan terhadap hasil operasi lebih
tinggi
Keuntungan lainnya dibandingkan dengan
manipulasi biasa adalah perbesaran tiga dimensi dan lebih ergonomis. Penggunaan
robot juga meminimalisasi gangguan pembedahan akibat getaran tangan dokter saat
membedah atau menjahit untuk menutup luka.
·
APLIKASI DALAM MEDIS
Robotic Surgery di dunia sudah sangat luas dan dilakukan untuk berbagai cabang ilmu seperti Kebidanan, Onkologi, Urologi, Bedah Thorax, Bedah Orthopedi, namun untuk di RS. Bunda Jakarta, untuk langkah awal tindakan yang dapat dilakukan adalah :
1. Myoma Uteri
2. Kista Ovarium
3. Hysterektomi (angkat rahim)
4. Kanker Prostat
5. Kanker Usus
Robotic Surgery di dunia sudah sangat luas dan dilakukan untuk berbagai cabang ilmu seperti Kebidanan, Onkologi, Urologi, Bedah Thorax, Bedah Orthopedi, namun untuk di RS. Bunda Jakarta, untuk langkah awal tindakan yang dapat dilakukan adalah :
1. Myoma Uteri
2. Kista Ovarium
3. Hysterektomi (angkat rahim)
4. Kanker Prostat
5. Kanker Usus
3. INKUBATOR
Peran teknologi informasi dalam dunia
kebidanan sangat lah penting untuk di implementasikan. Karena kita tahu,
teknologi informasi sangat membantu dalam segala aspek kehidupan. Dengan teknologi
informasi dalam dunia kebidanan, misalnya dengan website yang berisi tentang
informasi kebidanan, banyak orang akan tahu dan mudah mengakses dimana saja dan
kapan saja. Disamping itu, website juga bisa sebagai alat iklan untuk para
bidan. Untuk para ibu hamil , website kebidanan bisa dijadikan acuan untuk
mendapatkan informasi tentang tips ibu hamil. Teknologi informasi kebidanan
juga bisa dijadikan alat untuk menghimbau kepada para ibu hamil , misalnya
dengan iklan di TV yang memberitahukan apa saja yang harus dilakukan ibu hamil
dsb. Dengan teknologi informasi , kebidanan di Indonesia akan mengalami
peningkatan , baik dari segi pemberitahuan informasi, ataupun sebagai media
iklan bagi para bidan.
Inkubator Bayi, dalam proses
persalinan, bayi yang dilahirkan dengan bobot yang rendah disebut dengan bay iprematur.
Ketika masih dalam kandungan, bayi prematur hidup dalam perut ibunya dengan temperatur
yang sama dengan temperatur tubuh ibunya (36-37oC). Ketika baru dilahirkan, bayi
prematur belum dapat menyesuaikan diri terhadap temperatur di luarlingkungan
perut ibunya. Oleh sebab itu bayi prematur harus dibantu untuk menyesuaikan
diri terhadap lingkungannya yang baru dengan meletakkannya ke dalam inkubator.
Inkubator bayi menurunkan suhu secara perlahan sehingga dapat membuat bayi
merasa nyaman. Saat ini inkubatorbayi yang ada di pasaran umumnya memiliki
harga yang relatif mahal. Hal ini disebabkan karena sebagian besar inkubator
yang ada merupakan produk impor. Oleh sebab itu, Prof. Dr. Ir. RaldiArtono
Koestoer, DEA dari Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas
Indonesia mencoba untuk mengembangkan dan membuat inkubator bayi dengan harga
yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas tinggi. Pengembangan inkubator
bayi ini berawal saat Prof. Raldi mengunjungi rumah kakaknya pada tahun1989.
Ketika itu kakaknya membawa sebuah inkubator bayi yang telah rusak. Mulailah
Prof. Raldimempelajari kerusakan- kerusakan pada inkubator tersebut. Kemudian
kakaknya berkata, “Kenapa tidak kamu saja yang membuat inkubator ini?” Dan dari
sanalah Prof. Raldi mulai berfikir untuk mengembangkan inkubator bayi. Setelah
menjalani berbagai macam penelitian, akhirnya pada tahun 2002 inkubator bayi
tersebut selesai dibuat. Selanjutnya, inkubator ini memasuki proses pabrikasi
sehingga inovasinya terus berkembang dengan pesat. Permintaan akan inkubator
ini pun semakin banyak sehingga SDM-nyaterus berkembang, terciptanya lapangan
kerja, dan menambah pengetahuan karena selalu berusaha untuk berinovasi.
Untuk membuat lingkungan yang nyaman
bagi bayi prematur, suhu di dalam inkubator diturunkan secara perlahan.
Misalnya, temperatur awal di lingkungan sekitar adalah 36-37oC, maka inkubator tersebut
diatur temperaturnya menjadi 33-34oC. Panas di inkubator ini berasal dari
heater yang diletakkan dibawah inkubator, yang kemudian dialirkan ke atas
menggunakan fan. Temperatur didalam inkubator tersebut akan tetap bertahan
sesuai dengan setting-an awal karena proses pengaturannya bekerja secara
otomatis. Misalnya, jika temperatur yang diinginkan adalah 34oC, maka jika
sudah naik mencapai 34oC heater-nya akan otomatis mati. Dan ketika
temperaturnya sudah turun menjadi 33oC, maka heater-nya akan menyala lagi. Pada
dasarnya inkubator produk dalam dan luar negeri prinsip kerjanya sama saja.
Yang membedakannya adalah desainnya, pintunya, engselnya, dan heater-nya.
Kelebihan inkubator buatan Prof. Raldi ini adalah hemat energi. Sedangkan
inkubator buatan luar negeri memiliki watt yang tinggi, sehingga membutuhkan
energi listrik yang cukup besar. Hal ini disebabkan karena di luar negeri,
mereka menghadapi temperatur yang rendah. Sehingga membutuhkan energi yang
besar untuk menaikan temperatur. Sedangkan di Indonesia temperaturnya sekitar
28-29oC, sehingga tidak memerlukan energi yang terlalu besar untuk menaikan
temperatur.
2.3 SOFWARE DALAM DUNIA MEDIS
Dibawah ini adalah beberapa software yang dapat
membantu petugas kesehatan dalam menyelesaikan tugasnya atau perangkat
pendukung pada fasilitas kesehatan.
1.
Software Kesehatan
Piranti lunak ini akan memberikan kepada anda sebuah
informasi yang anda perlukan tentang kesehatan anda. Dengan mengklik bagian
bagian tubuh yang sakit pada software tersebut, komputer akan memberikan kepada
anda informasi dan ciri ciri tentang penyakit tertentu didalam tubuh anda.
Dengan memasukkan ciri ciri tersebut kepada input yang telah disediakan,
komputer akan memperkirakan penyakit apa yang anda derita dan memberikan saran
dalam penanganan untuk pengobatan.
Tentunya piranti lunak ini tidak dimaksudkan bagi anda
untuk mengganti tugas dokter, karena piranti lunak ini hanyalah memperkirakan
saja dan hanya memberikan anda informasi saja dan tidaklah sepenuhnya akurat.
Obat obat yang disarankan didalam software ini adalah obat obat warung yang
tidak berbahaya, akan tetapi akan memuat dan memperkirakan penyakit penyakit
berbahaya yang bisa anda informasikan kepada dokter anda untuk keterangan lebih
lanjut.
2. SB006 - Software
Klinik Kesehatan 2.0
Masyarakat semakin pandai dalam menilai kualitas
produk/pelayanan, termasuk pada pelayanan kesehatan (Klinik). Para penyedia
jasa juga semakin meningkatkan kualitas. Hasilnya sebuah persaingan. Siapa yang
akan beruntung, tergantung siapa yang lebih jeli melihat perubahan serta
memanfaatkan teknologi terkini. Komputerisasi akan membawa perubahan dalam
standar kualitas. Komputerisasi tidak emsti mahal dan ruwet. Dia harus
sederhana, efektif dan praktis. Software SimpleBiz (Klinik 2.0) didesain utnuk
memberi solusi praktis bagi klinik. Pastikan untuk memiliki dan menggunakan
program ini. Hasilnya peningkatan kualitas pelayanan dan apresiasi pelanggan
yang luar biasa.
Fasilitas program
- Setting (kamar, biaya-biaya)
- Mengganti nam klinik 9identitas pengguna)
- Daftar kamar, pasien dan dokter
- Transaksi pengobatan
- Laporan transaksi pengobatan
Spesifikasi Komputer
Hardware: ,PC min Pentium II, RAM min 64 Mbyte, Resolusi min 800x600, CD-ROM min 24x, VGA min 16 bit warna,
Printer: Dot Matrix / Ink Jet, Kertas:
Letter (Continuous Form).
-Software
1. Windows 98, 2000,XP
2. Ms. Office Access 2000/2002/20
3. Smartdoctor
Smartdoctor
adalah software multimedia kedokteran pertama berbahasa indonesia. Software ini
berisi hampir semua penyakit dalam ilmu kedokteran meliputi : penyakit mata,
syaraf, THT, kulit dan kelamin, gigi dan mulut, kedokteran forensik, kedokteran
jiwa, anastesi, kebidanan dan kandungan, bedah, penyakit dalam dan kesehatan
anak. Masing-masing penyakit dijelaskan secara sistematis.
4. MedRegPlus
MedRegPlus adalah software Sistem
Informasi Registrasi dan Reservasi Klinik yang dilengkapi dengan Software
Aplikasi Sistem Informasi Apotek. Sehingga selain mengolah data registrasi dan
resevasi pasien, klinik juga dapat mengolah data pembelian dan penjualan obat
kepada konsumen.
Dalam pencatatan data registrasi dan
reservasi serta transaksi pembelian dan penjualan obat, MedRegPlus sudah
dilengkapi dengan sistem pencatatan menggunakan Tahun Buku. Sehingga bisa
diketahui laporan tahunan dari registrasi dan reservasi pasien serta transaksi
pembelian dan penjualan obat. Selain itu, pencatatan data diri tentang dokter
dan pasien pada MedRegPlus juga cukup lengkap, sehingga data yang ada akan lebih
valid. Pencatatan data registrasi dan reservasi juga akan dicatat lengkap
dengan tanggal saat pasien melakukan registrasi dan reservasi. Sehingga
kevalidan data lebih terjamin.
MedRegPlus juga dilengkapi dengan menu
janji, sehingga pasien bisa membuat janji terlebih dahulu dengan dokter yang
dipilih. Selain itu laporan registrasi dan reservasi juga sudah dilengkapi
dengan laporan per periode tanggal dan tahunan, sehingga bisa diketahui jumlah
pasien yang teregistrasi dan tereservasi selama periode tanggal yang dipilih
atau per tahun buku yang dipilih.
5.
SIKDA Generik
Pusat
Data dan Informasi membuat software SIKDA yang open source untuk puskesmas dan
kabupaten, yang bersifat inter-operable dengan sistem-sistem pencatatan dan
pelaporan yang sudah ada. Software SIKDA yang bersifat generik ini telah siap
untuk dibagikan ke seluruh puskesmas pada tahun ini, dan selanjutnya akan
bertahap ke SIK Rumah Sakit. Banyak manfaat yang dapat diambil dengan
penggunaan SIKDA generik, misalnya dalam hal administrasi, dengan SIKDA generik
maka akan mengurangi waktu tunggu pasien, alur lebih jelas, dan mengurangi
beban administrasi petugas kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif
dan efisien. Selain itu, dalam hal medis SIKDA generik mampu meminimalisasi
terjadinya kesalahan medis, dan secara tidak langsung meningkatkan penggunaan
obat generik di masyarakat.
Informasi
: Pusdatin KemKes
6. Open EMR
Openemr adalah software rekam medis
elektronik dan manajemen praktek medis berbasis web. Aplikasi ini berisi
rekaman riwayat kesehatan elektronik, fitur untuk penjadwalan pasien, laporan
pembukuan dan tagihan asuransi dengan kontrol hak akses yang berbeda.
·
Fitur
Open ERP
- Free Open Source
- ONC Certified
- Informasi keadaan Pasien
- Penjadwalan Pasien
- Electronic Medical Records
- Resep
- Medical Billing
- Multibahasa
- Portal Pasien
- Keamanan
- Suport
- Dukungan Komunitas
- ONC Certified
- Informasi keadaan Pasien
- Penjadwalan Pasien
- Electronic Medical Records
- Resep
- Medical Billing
- Multibahasa
- Portal Pasien
- Keamanan
- Suport
- Dukungan Komunitas
7. Distro
Linux Open Suse Medical
Sistem Operasi berbasis Open Source yang
khusus untuk para dokter praktek dan klinik. Distro ini menyertakan sejumlah
aplikasi untuk memanage praktek dan mengorganisir rekam medis digital (file
pasien) : FreeMed, OpenEMR,
FreeMedForms dan GNUMed. Aplikasi lain FreeDiams, mendukung para dokter
untuk resep obat dan Tempo, yang menampilkan data
EEG.
2.4 SYSTEM INFORMASI
1. Vesalius THIS (Totally Hospital Information System)
Teknologi
merupakan sesuatu yang diciptakan untuk memudahkan manusia atau penggunanya
dalam melakukan suatu pekerjaan agar dapat diselesaikan secara efektif dan
efisien. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong diterapkannya
teknologi pada berbagai aktivitas atau kegiatan baik bisnis, sosial, dan
lainnya. Rumah sakit sebagai salah satu unit atau organisasi yang melayani
masyarakat dalam bidang kesehatan juga harus didukung oleh fasilitas-fasilitas
dari teknologi yang memadai. Penerapan teknologi di rumah sakit bertujuan untuk
mencapai pelayanan yang maksimum bagi masyarakat. Salah satu contoh teknologi
yang diterapkan di rumah sakit adalah Sistem Informasi Manejemen (SIM) Rumah
Sakit yang dikenal dengan Vesalius THIS (Totally Hospital InformationSystem).
Vesalius THIS (Totally Hospital Information System)
merupakan suatu terobosan terbaru dari sistem informasi dunia kedokteran yang
berwujud software yang mengalirkan data secara elektronik dan transparan.
Vesalius THIS ini diciptakan oleh Lai Teik Kin, CEO NovaHealth Pte, Ltd-Singapore.
Hasil yang diperoleh adalah berupa data para pasien rumah sakit tersebut.
Vesalius THIS memiliki 2 modul utama yang saling bersinergi dan melengkapi, yaitu:
Vesalius THIS memiliki 2 modul utama yang saling bersinergi dan melengkapi, yaitu:
1. HIS (
Hospital Information System)
HIS adalah
system informasi management yang diterapkan khusus untuk Rumah Sakit
terintegrasi mulai dari data pendaftaran pasien sampai dengan pembayaran.semua
data pasien terdaftar di server.
Modul HIS mengotomasi seluruh proses administrasi
(back office), mencakup administrasi pasien, jadwal perawat dan dokter,
farmasi, instalasi penunjang medis (lab dan radiologi), purchasing, inventory,
medical record tracking, bahkan pemesanan makanan kepada instalasi gizi dari
bagian rawat inap secara elektronik
Modul yang dimiliki software HIS yaitu:
• Modul Billing (Kasir)
Modul ini mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan tagihan yang terintegrasi dengan semua modul lainnya. Tagihan yang diinput di semua unit kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi data billing statement atau invoice per pasien, seperti tagihan pasien yang masih dirawat , laporan rekap uang yang masuk per hari, laporan tagihan pasien yang belum dibayar, laporan pembayaran pasien, detail dan summary.
• Modul Registrasi Pasien
Modul ini berfungsi untuk proses pendaftaran pasien baru, pencarian data pasien lama, admisi ke poli untuk pasien rawat jalan atau admisi ke kamar/bed untuk pasien rawat inap. Setiap kali dan selama pasien diberikan tindakan, data rekam medis akan otomatis tersimpan.
• Modul Rekam Medis
Modul untuk mencatat semua data kesehatan, obat (catatan medis), operasi, hasil laboratorium yang telah dilakukan terhadap pasien selama dirawat di rumah sakit.
• Modul Farmasi dan Apotik
• Modul Billing (Kasir)
Modul ini mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan tagihan yang terintegrasi dengan semua modul lainnya. Tagihan yang diinput di semua unit kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi data billing statement atau invoice per pasien, seperti tagihan pasien yang masih dirawat , laporan rekap uang yang masuk per hari, laporan tagihan pasien yang belum dibayar, laporan pembayaran pasien, detail dan summary.
• Modul Registrasi Pasien
Modul ini berfungsi untuk proses pendaftaran pasien baru, pencarian data pasien lama, admisi ke poli untuk pasien rawat jalan atau admisi ke kamar/bed untuk pasien rawat inap. Setiap kali dan selama pasien diberikan tindakan, data rekam medis akan otomatis tersimpan.
• Modul Rekam Medis
Modul untuk mencatat semua data kesehatan, obat (catatan medis), operasi, hasil laboratorium yang telah dilakukan terhadap pasien selama dirawat di rumah sakit.
• Modul Farmasi dan Apotik
Terdiri dari
formulasi obat (nama, nama generik, indikasi, kontra indikasi, efek samping,
komposisi, dan golongan terapi), standarisasi obat, pelayanan farmasi, laporan
stok obat, transaksi pembelian menggunakan alat bantu barcode untuk mempercepat
pelayanan, laporan penjualan dan penghasilan apotik.
• Modul Laboratorium,
• Modul Laboratorium,
Terdiri dari
registrasi pasien dan jenis pemeriksaan yang diperlukan, daftar pencarian
pesanan pemeriksaan dengan kata kunci nomor rekam medis, nomor order, atau nama
pasien, pencetakan hasil pemeriksaan, data statistik jumlah pemeriksaan per
kelompok pemeriksaan spesimen (hematology, kimia, urine, dan feses) per periode
tertentu, dan laporan penghasilan laboratorium.
• Modul Radiology dan Elektromedis,
• Modul Radiology dan Elektromedis,
Terdiri dari
daftar pesanan pemeriksaan, dengan kata kunci nomor rekam medis, nomor order,
atau nama pasien, pencetakan hasil pemeriksaan, data statistik jumlah
pemeriksaan per item pemeriksaan.
• Modul Gizi
• Modul Gizi
Terdiri dari pengaturan konsultasi pasien
rawat inap kepada ahli gizi, pengaturan menu makanan pasien rawat inap,
pengaturan jumlah porsi makanan.
• Modul UGD
• Modul UGD
Adalah modul yang berfungsi untuk pendaftaran dan admisi pasien gawat darurat.
Modul ini terdiri dari registrasi dan admisi pasien UGD, daftar pasien UGD,
pengisian data rekam medis, form pemeriksaan ke unit penunjang.
• Modul Rehabilitasi,
• Modul Rehabilitasi,
Terdiri dari pemeriksaan / rujukan therapy
rehabilitasi untuk pasien rawat inap dan rawat jalan, penentuan harga tindakan
dan penggunaan sarana rehabilitasi per kelas, yang terintegrasi dengan modul
billing.
• Modul Umum dan Perlengkapan (Gudang),
• Modul Umum dan Perlengkapan (Gudang),
Terdiri
dari pencatatan pembelian barang, permohonan pengadaan barang, penerimaan
faktur dan barang, laporan-laporan, stock inventory.
• Modul Instalasi Prasarana dan Sarana Rumah sakit
• Modul Kepegawaian
• Modul Keuangan, merupakan modul yang berguna
untuk mencatat semua transaksi keuangan yang timbul akibat semua kegiatan yang
terjadi pada modul-modul lainnya.
2. CIS (Clinical Information System)
Modul CIS menyajikan proses klinis
(layanan medis), baik inpatient maupun outpatient yang mencakup Outpatient
Clinical Management yang terdiri dari order management, electronic medical
record (EMR), medical alerts, e-prescription atau resep elektronik, serta
Inpatient Clinical Management. Dengan resep elektronik tersebut, dokter cukup
hanya mengetikkan resep obat yang akan diberikan ke pasiennya lewat komputer.
Program ini difungsikan melalui sentral administrasi yang dimulai dengan rekaman hasil manual report bagi pasien dan calon pasien yang telah terdaftar. Manual report yang telah terdata dikelompokkan dan direkam pada modul HIS, kemudian diakses dengan masing-masing admin yang dibutuhkan manajemen perumahsakitan. Kombinasi ini di protect pada security Vesalius manajemen. Data pada central administrasi yang terkelompok pada HIS akses saling berhubungan pada Unified EMR, yang dapat mengklasifikasikan sejumlah data yang masuk dari manual report. Unified EMR mampu membedakan serta memberikan catatan klinik sebelumnya, yakni tingkat alergi pasien, resep dokter, laporan radiology, hingga referensi material yang dibutuhkan baik bagi dokter atau pasien. Referensi material tersebut mencakup hal-hal berikut ini:
Program ini difungsikan melalui sentral administrasi yang dimulai dengan rekaman hasil manual report bagi pasien dan calon pasien yang telah terdaftar. Manual report yang telah terdata dikelompokkan dan direkam pada modul HIS, kemudian diakses dengan masing-masing admin yang dibutuhkan manajemen perumahsakitan. Kombinasi ini di protect pada security Vesalius manajemen. Data pada central administrasi yang terkelompok pada HIS akses saling berhubungan pada Unified EMR, yang dapat mengklasifikasikan sejumlah data yang masuk dari manual report. Unified EMR mampu membedakan serta memberikan catatan klinik sebelumnya, yakni tingkat alergi pasien, resep dokter, laporan radiology, hingga referensi material yang dibutuhkan baik bagi dokter atau pasien. Referensi material tersebut mencakup hal-hal berikut ini:
· Kelengkapan
obat-obatan
· Daftar rumah saikit online
· Hasil rekaman laboratorium
Unified
EMR dibuat untuk masing-masing pasien, sedangkan modul HIS dibuat untuk
masing-masing rumah sakit. Modul HIS ini memiliki akses yang mampu melayani
lebih dari 5 rumah sakit (dengan satu grup perumahsakitan yang sama) dan saling
terhubung dengan program Vesalius THIS.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perkembangan teknologi
informasi yang begitu pesat di berbagai bidang menuntut setiap personal /
individu untuk selalu update dan mau tidak mau untuk mengikutinya tak
terkecuali Bidan. peranan Bidan dalam
penggunaan Teknologi informasi , Banyak sekali yang bisa di lakukan Bidan dalam
penggunaan Teknologi Informasi antara lain dalam menggunakan
website,aplikasi/software kebidanan misalnya : Smartdoctor, kartini , software kesehatan , software klinik
kesehatan, SMS Gateway , penggunaan alat USG, robot , INKUBATOR dan banyak lainnya.
Vesalius THIS (Totally Hospital
Information System) merupakan suatu terobosan terbaru dari sistem informasi
dunia kedokteran yang berwujud software yang mengalirkan data secara elektronik
dan transparan walaupun dari segi manajemen hal ini sangat menguntungkan rumah
sakit, tetapi tidak semua rumah sakit dapat menerapkan teknologi sistem
informasi sepertti ini. Hal ini dikarenakan tidak semua RS mampu menggaji
beberapa orang staff IT (programmer) untuk pengembangan swadaya dari sebuah SIM
RS sehingga resiko kegagalan akan tinggi. Dengan kata lain diperlukan orang
yang benar-benar berkompenten dalam hal ini, sehingga fungsi dari sistem ini
dapat dijalankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar